 |
Seluruh Delegasi bersama Staff UEM Asia Sonia Parera (Kiri pertama baris kedua) dan Staff pusat Jerman
United
Evangelical Mission adalah sebuah persekutuan gereja-gereja protestan dari tiga
wilayah, yaitu Asia, Afrika, dan Jerman yang sudah lebih dari 20 tahun
bekerjasama. Ini diawali oleh misi
Rhenish (Rhenish Mission) sejak tahun 1828, Von Bodelschwingh Bethel (Bethel mission)
sejak tahun 1886 , dan misi Zaire (Zaire Mission). UEM melaksanakan
Sidang Wilayah sekali dua tahun di Asia dan di Afrika yang berselingan dengan Sidang
Raya. Wilayah Asia terdiri dari 16 gereja lokal dari Indonesia, Hongkong, Sri
Lanka dan Philippina. Sidang wilayah ini dihadiri oleh 43 utusan, 1 pengganti, 3
anggota pengurus wilayah Asia, 1 anggota rekan, 4 tamu, 8 pengurus UEM dan 6
pelayan, totalnya 66 peserta.
Asia
Regional Assembly (AsRA) 2017 atau dikenal dengan Sidang Wilayah dengan thema :
Sharing the good news : Grace and faith in Action dilaksanakan pada tanggal 27
September - 01 0ktober 2017 bertempat di
Hotel Island Cove Kawit Cavite Philippina, selama 5 hari acara ini diisi dengan
berbagai kegiatan, yaitu: Diskusi masing-masing delegasi, laporan diskusi
delegasi, laporan dari berbagai gereja, penelaahan Alkitab, pemilihan anggota
pengurus wilayah Asia dan terakhir kunjungan ke gereja daerah.
Acara dibuka oleh Sonia
Parera Hummel (wakil sekretaris UEM Asia). Harapan beliau Sidang Raya Asia yang
dihadiri oleh delegasi pemimpin gereja, perempuan dan pemuda dari berbagai gereja lokal ini akan lebih membuka mata kita untuk sebuah kebenaran yang harus kita
kerjakan lewat aski nyata. “Karena itu
pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa
dan Anak dan Roh Kudus,dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah
Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai
kepada akhir zaman." (Matius
28:19-20).
Hari pertama,
Rabu 27 September, masing-masing
delegasi (pemimpin, perempuan dan pemuda gereja) berdiskusi dan menyampaikan program
dari gereja lokal. Youth Pre Assembly dibuka oleh anggota Pemuda Asia Chinthani
G Abeysinghe (MSCL, Sri Langka) bersama Pimpinan B Sijabat (HKI, Indonesia) dan Homar
Distajo sebagai Staff UEM Asia. Kami mengenal UEM lebih dekat serta bagaimana peran
pemuda dimulai dari sekarang dan masa yang akan datang dalam menghadapi tantangan yang ada pada pemuda. Persoalan pemuda hampir sama dari berbagai gereja.
Saya bersyukur boleh banyak belajar dan membagikan beberapa tantangan pemuda
dari GKPS secara umum dan yang saya rasakan langsung ketika bergabung dalam pelayanan
di GKPS Diateitupa Resort Siantar 3. Tahun 2012-2016 saya memilih aktif sebagai kakak rohani oukumene dari Sabtu Ceria, lalu mulai bergabung di kepanitiaan
pemuda distrik dan sampai saat ini Tuhan
mempercayakan sebagai pengurus pemuda jemaat sampai pengurus pusat pemuda GKPS
periode 2017-2020. Sedikit banyaknya saya sudah membaca tantangan pemuda dalam
dunia pelayanan, waktu, pikiran, tenaga, dan komitmen haruslah sejalan namun
sering berbeda dari kenyataan. Kita harus banyak belajar kita butuh kerjasama
dan rasa tanggungjawab penuh yang harus diemban sebagai pelayan/pengurus secara
khusus. Teman-teman yang berbagi saat itupun mengalami hal yang tidak jauh
berbeda dengan saya.
Menjelang
diskusi ditutup tidak lupa saya membagikan program dan apa yang menjadi
kekuatan PGKPS. Dari beberapa program yang saya sampaikan teman-teman pemuda
yang berkumpul saat itu tertarik dengan kreativitas
PGKPS dalam program EXPO (Explore dan Expose) dan BAKSOS (Bakti Sosial). Secara
bergiliran kami menyampaikan tantangan dan mendiskusikan langkah kongkret yang
akan dibawa kegereja masing-masing. Kami juga menyepakati adanya
“Youth
Network of UEM Asia” sebagai wadah kami berbagi.
 |
Seluruh Delegasi Pemuda Bersama Staff UEM Asia Sonia&Petrus
|
Hari kedua,
Kamis 28 September,
masing-masing delegasi menyampaikan hasil diskusi, keputusan para pemimpin
gereja dan staff UEM, AsRA 2019 mendatang akan diadakan di BNKP Nias Indonesia. Dan juga sangat bersyukur ketika mengetahui bahwa GKPS boleh memberikan tanah
seluas 1 hektare untuk berdirinya sekretariat UEM Wilayah Asia yang baru.
Kami
delegasi pemuda: Saya Hotmaria Simarmata (GKPS), Cardinal Mendrofa (BNKP),
Sartika Sebayang (GBKP), Luther Kapitaraw (GKITP), Yodhi Primananda (GKJTU),
Daniel Sbastian (GKPA), Dani Simanjuntak (GKPI), Gijela Ujung (GKPPD), Anggun
Rahayu (GKPB), Chris Sianturi (HKBP), Rifayanti Panjaitan (HKI), Pimpinan
Sijabat (HKI), Chinthani (MSCL), Hiu Hung Josephine Law(CRC), dan Zhara Jhane
(UCCP) menyepakati 3 program pemuda untuk Sidang Wilayah (AsRA) yaitu : Caravanning Project, Youth Camp, dan Training of Trainers. Kami
berharap ketika kembali kami akan mengerjakan beberapa program itu dimulai dari
gereja masing-masing.
Hari ketiga,
Jumat 29 September,
setiap delegasi digabung dan dibagi kedalam beberapa kelompok dan staff UEM
berperan sebagai pemimpin kelompok untuk mendengarkan setiap keluhan dan
harapan kami, dimulai dari cara melayani dimasing-masing gereja, apa yang sudah
dan akan terus dikerjakan. Para staff berharap ketika kembali kami akan
memperkenalkan UEM kemasing-masing gereja lokal. Sebelum menutup hari itu kami
sepakat memberikan komitmen berupa materi sebagai wujud kepedulian kami terhadap
UEM sesuai dengan kemampuan kami masing-masing.
 |
Kreativitas Lagu dan Tarian Delegasi Pemuda
|
| Hari keempat, Sabtu
30 September, setelah Penelaahan Alkitab kami melanjutkan Malam budaya (Cultural Night) Delegasi pemuda berkreasi lewat lagu dan tarian yang dijadikan satu dari beberapa gereja lokal yang ada di Asia. Lagu
dan tarian itu menceritakan bagaimana dahulu kondisi orang-orang Asia meyakini dan menghidupi penyembahan berhala sebelum masuknya Injil. |
|
|
|
|
|
|
|
 |
Bersama Ephorus Pdt.Rumanja Purba
|
Hari kelima Minggu, 01 Oktober, inilah hari
terkahir. Masih dalam kelompok, kami mengunjungi
gereja UCCP (United Christian Church Philippines) Binakayan, dimana jemaatnya
15 % berprofesi sebagai nelayan, selebihnya berprofesi sebagai tukang kayu,
pengumpul barang bekas, dan buruh.
Pendeta UCCP Binakayan, Jun Tigas menyatakan kebanyakan jemaat memang tergolong
susah. Gereja ini berdiri pada tahun 1952 yang digagasi oleh beberapa nelayan,
beberapa kali berpindah tempat sampai tahun 1995.
Karena kurangnya dukungan dari pemerintah gereja
itu dipindahkan ketepi sungai yang kondisinya cukup memeprihatinkan, masih
ditahun yang sama pemerintah kembali mengambil alih lahan gereja itu untuk
dijadikan jalan pintas perkotaan, mereka tetap bertahan dengan bangunan kecil dekat lahan
jalan pintas itu, ketika bangunan gereja akan dikokohkan pada tahun 2014,
sekelompok warga datang membakar gereja
itu dan yang tersisa hanya salib gereja, sekali lagi mereka tetap bertahan
tanpa bangunan.
 |
Bersama Pdt Jun Tigas dan Pelayan UCCP
|
Dengan
perjuangan dan doa mereka, beberapa gereja tetangga yang bukan protestan
datang membantu untuk beberapa keperluan ibadah sampai akhirnya sahabat Pdt. Jun
Tigas dari korea bernama Moon Sang Hoon menyumbangkan dana untuk pembangunan
gereja yang permanen berdekatan dengan kawit, cavite dekat hotel dimana AsRA
diselenggarakan. Karena kebanyakan jemaat tergolong susah, Pdt.Jun Tigas
menjalin kerjasama dengan beberapa pemerintah yang peduli dengan
 |
Bersama Pdt Jun Tigas (Kemeja Putih)
|
mereka termasuk sahabatnya dari korea tersebut, untuk membantu jemaat
memiliki rumah yang lebih layak dan juga ingin menyekolahkan anak-anak yang
kurang mampu dari segi dana. 65 tahun sudah gereja ini berdiri dengan berbagai tantangan, para staff UEM sudah
mendengarkan dan siap ikut serta dalam menanggung beban serta mewujudkan
kerinduan mereka. kiranya Tuhan tetap dan akan terus menolong beliau.
Seluruh
rangkaian kegiatan AsRA diakhiri dengan doa bersama dan dengan harapan kembali
ke gereja masing-masing dengan membagikan kabar baik itu lewat tindakan. Dan
mereka yang sudah terpilih menjadi anggota pengurus wilayah Asia diharapkan
memberikan kontribusi dengan sebaik-baiknya.
Mereka
adalah :
1. Yodhi
Anggara Primananda (GKJTU) perwakilan
pemuda
2. Keung Chan (CRC)
3. Yosina
Adelce (GKITP)
4. Asiri
Priyalal Parera (MCSL)
5. Melinda
Grace Aoanan (UCCP)
Sharing
the good news, grace and faith in action!
Hotmaria Simarmata,
S.Pd