Rabu, 08 November 2017

UEM Asia Regional Assembly Philippina 2017 "Share & Action"



Seluruh Delegasi bersama Staff UEM Asia Sonia Parera (Kiri pertama baris kedua) dan Staff pusat Jerman

United Evangelical Mission adalah sebuah persekutuan gereja-gereja protestan dari tiga wilayah, yaitu Asia, Afrika, dan Jerman yang sudah lebih dari 20 tahun bekerjasama. Ini diawali oleh misi Rhenish (Rhenish Mission) sejak tahun 1828, Von Bodelschwingh Bethel (Bethel mission) sejak tahun  1886 , dan misi Zaire (Zaire Mission). UEM melaksanakan Sidang Wilayah sekali dua tahun di Asia dan di Afrika yang berselingan dengan Sidang Raya. Wilayah Asia terdiri dari 16 gereja lokal dari Indonesia, Hongkong, Sri Lanka dan Philippina. Sidang wilayah ini dihadiri oleh 43 utusan, 1 pengganti, 3 anggota pengurus wilayah Asia, 1 anggota rekan, 4 tamu, 8 pengurus UEM dan 6 pelayan, totalnya 66 peserta.
 
 
Asia Regional Assembly (AsRA) 2017 atau dikenal dengan Sidang Wilayah dengan thema : Sharing the good news : Grace and faith in Action dilaksanakan pada tanggal 27 September -  01 0ktober 2017 bertempat di Hotel Island Cove Kawit Cavite Philippina, selama 5 hari acara ini diisi dengan berbagai kegiatan, yaitu: Diskusi masing-masing delegasi, laporan diskusi delegasi, laporan dari berbagai gereja, penelaahan Alkitab, pemilihan anggota pengurus wilayah Asia dan terakhir kunjungan ke gereja daerah.
Acara dibuka oleh Sonia Parera Hummel (wakil sekretaris UEM Asia). Harapan beliau Sidang Raya Asia yang dihadiri oleh delegasi pemimpin gereja, perempuan dan pemuda dari berbagai gereja lokal ini akan lebih membuka mata kita untuk sebuah kebenaran yang harus kita kerjakan lewat aski nyata. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:19-20).

Hari pertama, Rabu 27 September, masing-masing delegasi (pemimpin, perempuan dan pemuda gereja) berdiskusi dan menyampaikan program dari gereja lokal. Youth Pre Assembly dibuka oleh anggota  Pemuda Asia Chinthani G Abeysinghe (MSCL, Sri Langka) bersama Pimpinan B Sijabat (HKI, Indonesia) dan Homar Distajo sebagai Staff UEM Asia. Kami mengenal UEM lebih dekat serta bagaimana peran pemuda dimulai dari sekarang dan masa yang akan datang dalam menghadapi tantangan yang ada pada pemuda. Persoalan pemuda hampir sama dari berbagai gereja. Saya bersyukur boleh banyak belajar dan membagikan beberapa tantangan pemuda dari GKPS secara umum dan yang saya rasakan langsung ketika bergabung dalam pelayanan di GKPS Diateitupa Resort Siantar 3. Tahun 2012-2016 saya memilih aktif sebagai kakak rohani oukumene dari Sabtu Ceria, lalu mulai bergabung di kepanitiaan pemuda  distrik dan sampai saat ini Tuhan mempercayakan sebagai pengurus pemuda jemaat sampai pengurus pusat pemuda GKPS periode 2017-2020. Sedikit banyaknya saya sudah membaca tantangan pemuda dalam dunia pelayanan, waktu, pikiran, tenaga, dan komitmen haruslah sejalan namun sering berbeda dari kenyataan. Kita harus banyak belajar kita butuh kerjasama dan rasa tanggungjawab penuh yang harus diemban sebagai pelayan/pengurus secara khusus. Teman-teman yang berbagi saat itupun mengalami hal yang tidak jauh berbeda dengan saya.
Menjelang diskusi ditutup tidak lupa saya membagikan program dan apa yang menjadi kekuatan PGKPS. Dari beberapa program yang saya sampaikan teman-teman pemuda yang berkumpul saat itu tertarik dengan  kreativitas PGKPS dalam program EXPO (Explore dan Expose) dan BAKSOS (Bakti Sosial). Secara bergiliran kami menyampaikan tantangan dan mendiskusikan langkah kongkret yang akan dibawa kegereja masing-masing. Kami juga menyepakati adanya
 Youth Network of UEM Asia” sebagai wadah kami berbagi.

Seluruh Delegasi Pemuda Bersama Staff UEM Asia Sonia&Petrus

Hari kedua, Kamis 28 September, masing-masing delegasi menyampaikan hasil diskusi, keputusan para pemimpin gereja dan staff UEM, AsRA 2019 mendatang akan diadakan di BNKP Nias Indonesia. Dan juga sangat bersyukur ketika mengetahui bahwa GKPS boleh memberikan tanah seluas 1 hektare untuk berdirinya sekretariat UEM Wilayah Asia yang baru.
Kami delegasi pemuda: Saya Hotmaria Simarmata (GKPS), Cardinal Mendrofa (BNKP), Sartika Sebayang (GBKP), Luther Kapitaraw (GKITP), Yodhi Primananda (GKJTU), Daniel Sbastian (GKPA), Dani Simanjuntak (GKPI), Gijela Ujung (GKPPD), Anggun Rahayu (GKPB), Chris Sianturi (HKBP), Rifayanti Panjaitan (HKI), Pimpinan Sijabat (HKI), Chinthani (MSCL), Hiu Hung Josephine Law(CRC), dan Zhara Jhane (UCCP) menyepakati 3 program pemuda untuk Sidang Wilayah (AsRA) yaitu : Caravanning Project, Youth Camp, dan Training of Trainers. Kami berharap ketika kembali kami akan mengerjakan beberapa program itu dimulai dari gereja masing-masing.

Hari ketiga, Jumat 29 September, setiap delegasi digabung dan dibagi kedalam beberapa kelompok dan staff UEM berperan sebagai pemimpin kelompok untuk mendengarkan setiap keluhan dan harapan kami, dimulai dari cara melayani dimasing-masing gereja, apa yang sudah dan akan terus dikerjakan. Para staff berharap ketika kembali kami akan memperkenalkan UEM kemasing-masing gereja lokal. Sebelum menutup hari itu kami sepakat memberikan komitmen berupa materi sebagai wujud kepedulian kami terhadap UEM sesuai dengan kemampuan kami masing-masing.  

Kreativitas Lagu dan Tarian Delegasi Pemuda

Hari keempat, Sabtu 30 September, setelah Penelaahan Alkitab  kami melanjutkan Malam budaya  (Cultural Night) Delegasi pemuda berkreasi lewat lagu dan tarian yang dijadikan satu dari beberapa gereja lokal yang ada di Asia. Lagu dan tarian itu menceritakan bagaimana dahulu  kondisi orang-orang Asia meyakini dan menghidupi penyembahan berhala sebelum masuknya Injil.





Bersama Ephorus Pdt.Rumanja Purba

Hari kelima Minggu, 01 Oktober, inilah hari terkahir. Masih dalam kelompok, kami  mengunjungi gereja UCCP (United Christian Church Philippines) Binakayan, dimana jemaatnya 15 % berprofesi sebagai nelayan, selebihnya berprofesi sebagai tukang kayu, pengumpul barang bekas, dan  buruh. Pendeta UCCP Binakayan, Jun Tigas menyatakan kebanyakan jemaat memang tergolong susah. Gereja ini berdiri pada tahun 1952 yang digagasi oleh beberapa nelayan, beberapa kali berpindah tempat sampai tahun 1995.  
Karena kurangnya dukungan dari pemerintah gereja itu dipindahkan ketepi sungai yang kondisinya cukup memeprihatinkan, masih ditahun yang sama pemerintah kembali mengambil alih lahan gereja itu untuk dijadikan jalan pintas perkotaan, mereka tetap bertahan dengan bangunan kecil dekat lahan jalan pintas itu, ketika bangunan gereja akan dikokohkan pada tahun 2014, sekelompok warga  datang membakar gereja itu dan yang tersisa hanya salib gereja, sekali lagi mereka tetap bertahan tanpa bangunan.   

Bersama Pdt Jun Tigas dan Pelayan UCCP


Dengan perjuangan dan doa mereka, beberapa gereja tetangga yang bukan protestan datang membantu untuk beberapa keperluan ibadah sampai akhirnya sahabat Pdt. Jun Tigas dari korea bernama Moon Sang Hoon menyumbangkan dana untuk pembangunan gereja yang permanen berdekatan dengan kawit, cavite dekat hotel dimana AsRA 
diselenggarakan. Karena kebanyakan jemaat tergolong susah, Pdt.Jun Tigas menjalin kerjasama dengan beberapa pemerintah yang peduli dengan

Bersama Pdt Jun Tigas (Kemeja Putih)

mereka termasuk sahabatnya dari korea tersebut, untuk membantu jemaat memiliki rumah yang lebih layak dan juga ingin menyekolahkan anak-anak yang kurang mampu dari segi dana. 65 tahun sudah gereja ini berdiri dengan berbagai tantangan,  para staff UEM sudah mendengarkan dan siap ikut serta dalam menanggung beban serta mewujudkan kerinduan mereka. kiranya Tuhan tetap dan akan terus menolong beliau.




Seluruh rangkaian kegiatan AsRA diakhiri dengan doa bersama dan dengan harapan kembali ke gereja masing-masing dengan membagikan kabar baik itu lewat tindakan. Dan mereka yang sudah terpilih menjadi anggota pengurus wilayah Asia diharapkan memberikan kontribusi dengan sebaik-baiknya.
Mereka adalah :
1.  Yodhi Anggara Primananda (GKJTU)  perwakilan pemuda
2.  Keung Chan (CRC)
3.  Yosina Adelce (GKITP)
4.  Asiri Priyalal Parera (MCSL)
5.  Melinda Grace Aoanan (UCCP)
      

Sharing the good news, grace and faith in action!

Hotmaria Simarmata, S.Pd













Tidak ada komentar:

Posting Komentar